Kamis, 04 November 2010

Susunan Kimiawi Sel

Setiap sel tersusun atas bahan2 anorganik dan bahan3 organik. Sel memerlukan bahan2 anorganik dan organik untuk membentuk sitoplasma baru dan untuk menghasilkan energi.

Bahan-Bahan Anorganik
Bahan2 anorganik di dalam sel, terdiri atas air, garam2 mineral, dan gas.

  Air
Air merupakan salah satu unsur yang terpenting dan merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel (95%). Protoplasma adalah bahan hidup dalam sel, berupa cairan koloid campuran protein, lemak, karbohidrat, dan bahan2 organik lainnya serta organel2 sel, tetapi biasanya tidak termasuk vakuola yang besar.
Air juga berperan sebagai pelarut untuk bahan2 organik dan berperan dalam reaksi2 biokimia yang terjadi dalam sel. Selain itu, air juga berperan dalam transportasi nutrisi menuju sel, serta transportasi hasil sekresi dan hasil ekresidari sel. karena mampu mengarbsorbsi dan menghantarkan panas, air sangat penting untuk pengatur suhu sel.

  Garam2 Mineral
Garam2 mineral yang terdapat pada protoplasma berada dalam bentuk ion2nya, contoh NaCl terdapat dalam bentuk ion2 Na+ dan ion2 Cl-. Di dalam sel, ion2 terdapat secara bebas atau berikatan dengan molekul2 protein, lemak, karbohidrat. Garam2 anorganik dan ion2 berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan membantu mengatur tekanan osmosis.
Ion Ca2+ terdapat dalam cairan tubuh. Fungsinya adalah untuk koagulasi darah, kerja jantung, otot, dan saraf serta untuk mempertahankan permeabilitas membran. Ion K+ dan Mg2+ merupakan komponen utama protoplasma. Ion Mg2+ bersama dengan ion Fe3+ membentuk klorofil pada tumbuhan. Ion Fe3+ juga digunakan untuk reapirasi tingkat seluler, membentuk hemoglobin, mioglobin, serta sitokrom. Ion Fe3+ terdapat pada berbagai enzim. Sementara itu, ion Na+ merupakan kation utama pada cairan intraseluler. Ion Na+ bersama Cl- dan HCO3- mengatur asam basa, tekanan osmosis, dan transpor zat melewati membran. Adapun K+ merupakan komponen utama sitoplasma. Fungsinya memengaruhi kerja otot jantung, mengatur  asam basa, menahan air daam sel, dan bersama Na+ ikut berperan dalam transpor zat melewati membran.

  Gas2
Gas2 yang merupakan komponen kimiawi sel, antara lain oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan amonia. Oksigen masuk ke dalam sel melalui respirasi sel. Fungsinya untuk oksidasi zat2 makanan guna memperoleh energi. Oksigen jga merupakan sisa dari sintesis karbohidrat oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis.
Karbondioksida merupakan sisa pembakaran zat2 makanan. Di dalam tubuh hewan, karbondioksida digunakan untuk membentuk ion CO3- dan HCO3- dalam aliran tubuh. Adapun bagi tumbuhan, karbondioksida merupakan bahan  mentah, bersama air untuk menyintesis karbohidrat.
Sementara itu, gas nitrogen bagi sel tidak terpakai. Unsur nitrogen dapat diikat oleh sel dalam bentuk ion nitrat. Sebagian organisme menggunakan ion amonium. Akar tumbuhan mengisap ion tersebut untuk diubah menjadi asam2 amino.
Amonia merupakan sisa metabolisme protein dalam sel2 hewan. Amonia bersifat racun sehingga harus dikeluarkan atau dinetralkan dulu sebelum dikeluarkan. Beberapa jenis bakteri dapat mengubah amonium hidroksol menjadi nitrat dan akan diserap tumbuhan untuk disintesis menjadi protein.


Bahan-Bahan Organik
Bahan2 organik dalam sel terdiri atas karbohidrat, lemak, protein.

Karbohirat
Karbohidrat merupakan suatu kelompok senyawa2 organik yang tersusun atas karbon, hidrogen, dan oksigen. karbohirat dalam sel hanya 1%, tetapi memiliki daya ubah dan manfaat yang tinggi sebagai energi untuk metabolisme dalam sel.
Karbohidrat umumnya terdapat dalam bentuk gula sederhana. Gula sederhana dikenal dengan nama monosakarida, contohnya glukosa dan fruktosa. Fruktosa dapat ditemukan dalam buah, madu, dan beberapa sayuran. Dua molekul sederhana (misalnya glukosa) dapat bergabung membentuk suatu molekul disakarida (maltosa). Monosakarida dan disakarida bersifat larut dalam air. Beberapa molekul monosakarida dapat bergabung membentuk polisakarida. Contoh polisakarida adalah zat pati, glikogen, amilum, pektin, kitin, lignin, dan selulosa.

Lemak
Lemak merupakan suatu bahan yang mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen. Lemak tersusun atas asam lemak dan gliserol (suatu alkohol). Meskipun terdapat dalam jumlah sedikit (12%), lemak bersama protein berperan penting dalam pembentukan membran plasma dan struktur2 membran dalam sel. Jika terdapat dalam sitoplasma, tetes lemak merupakan sumber energi. Lemak bersifat tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti etanol dan eter. Lemak dikelompokkan menjadi lemak sederhana (lemak hewan, minyak tumbuhan, dan lilin), fosfolipid, dan steroid.

Protein
Protein merupakan penyusun protoplasma terbesar kedua (15%) setelah air. Protein merupakan makromolekul yang tersusun atas polimer2 asam amino yang membentuk ikatan bersama, yaitu ikatan peptida. Ikatan2 peptida membentuk polipeptida. Setiap protein terdiri atas satu atau lebih rantai polipeptida.
Protein dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein reaktif. Protein struktural yang meliputi kolagen, elastin, dan keratin merupakan protein penyusun struktur sel, misalnya pada membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom. Adapun protein reaktif meliputi enzim, protein hormon, globulin dalam darah dan otot, histon dan protamin yang berkaitan dengan asam nukleat, serta protein kontraktil.
Walaupun ada beberapa macam tipe protein, semuanya mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Beberapa jenis protein juga mengandung belerang dan besi.

Rabu, 20 Oktober 2010

Sell

hallo smua...,
kembali ketujuanQ semula adalah membuat blog nie untuk bgi2 wawasan pengetahuan, biar tambah pinter gitu...hhhheeee....,nah pada bagian pertama nie aq akan menulis tentang sell.,walaupun hasil tulisan bukan karanganQ sendiri.,melainkan nyontek buku.,aq harap dapat bermanfaat bagi kita semua...,Amiien..,


SELL
Semua makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan satuan unit terkecil suatu individu. Makhluk hidup bersel satu (uniselular) tersusun atas hanya satu sel, sedangkan makhluk hidup bersel banyak (multiselular) tersusun atas banyak sel. Di dalam sel, berlangsung semua aktivitas kehidupan, seperti reproduksi dan respirasi.

Teori-Teori tentang Sel
  Sebelum membahas segala sesuatu tentang sel, ada baiknya kita mengetahui beberapa ahli beserta teori tentang sel yang dikemukakannya.
1. Robert Hooke (1665)
    Setelah mengamati gabus kering menggunakan sebuah mikroskop sederhana, Hooke mendefinisikan sel sebagai ruangan-ruangan kecil yang dibatasi oleh dinding. Istilah sel ditulis dalam bukunya yang berjudul Micrographia dan kemudian diperkenalkan kepada ilmu pengetahuan.
2. Felix Fontana (1781)
    Fontana adalah orang pertama yang menemukan adanya nukleus (inti sel) di dalam sel hewan. Dia juga menggambarkan adanya nukleolus (anak inti) di dalam nukleus.
3. Rene Dutroche (1824)
    Dalam makalahnya untuk Akademi Paris, Dutrochet menyatakan bahwa semua jaringan organ tumbuhan tersusun atas sel-sel, demikian juga dengan jaringan hewan.
4. Francois Vincent Raspail (1825)
    Raspail menyatakan bahwa setiap se berasal dari sel sebelumnya yang telah ada.
5. Robert Brown (1831)
    Robert Brown adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa nukleus merupakan bagian dari sek hidup.
6. Matthias Jacob Schleiden (1838)
    Menurut Schleiden, semua tumbuhan tersusun atas sel-sel. Schleiden juga menyimpulkan bahwa sel merupakan unit struktural dan fisiologi pada makhluk hidup.
7. Theodore Schwann (1839)
    Schwann merupakan teman Schleiden. Menurut Schwann, semua hewan tersusun atas sel-sel. Semua makhluk hidup tersusun atas sel-sel dan produk-produk sel.
8. Johannes Purkinje (1839)
    Pada tahun 1839, Purkinje menemukan istilah protoplasma atau bahan pertama. Purkinje meyakini bahwa kunci untuk mempelajari sel terletak di dalam protoplasma.
9. Alexander Braun (1845)
    Braun menyatakan bahwa sel adalah unit dasar kehidupan.
10. Jugo von Mohl (1846)
      Von Mohl menyatakan bahwa protoplasma adalah bahan hidup kehidupan.
11. Rudolph Virchow (1855)
      Pada tahun 1855, Virchow menyatakan bahwa sel-sel merupakan mata rantai terakhir dalam rantai besar yang membentuk jaringan, organ, sistem, dan individu. Menurut Virchow, setiap sel berasal dari sel lainnya (omnis cellula e cellula).
12. Eduard Strasburger and August Weismann (1855)
      Keduanya menyimpulkan bahwa faktor-faktor hereditas berasal dari nekleus.
13. Max Schultze (1861)
      Pada tahun 1861, Schultze mendefinisikan sel sebagai suatu massa protoplasma yang mengandung sebuah nukleus serta identik pada hewan dan tumbuhan.
14. Rudolf von Kolliker (1862)
      Von Kolliker mengenalkan istilah sitoplasma yanng berarti material (bahan-bahan) di dalam sel yang terpisah dari nukleus.



udah dulu ya...,untuk materi sel selanjutnya ditunggu aja ya...,

Minggu, 17 Oktober 2010

my blog

Alhamdulillah...,
akhirnya punya blog juga..
masih bingung nanti blog nie mau aq apain tapi..,,dicoba dulu aja dah...,pertama-tama harus perkenalan dulu...,
namaQ: Alvionita Anggraini.., bisa dipanggil Vio
aq sekolah di SMAN 1 Probolinggo..,
dan aq sayaaannnggg buuaaanngeet ma kluargaQ...,hhe..,
aq bingung mau ngapain...,uda dah segini aja dulu...,

hhe...,